Tittle :
Just See You
Author :
Iwul
Genre : Hurt
Main Cast :
Temukan sendiri ya
Saat membaca ini,
sambil mendengarkan lagu Tohoshinki-Wasurenaide J
Ini adalah cerita pertamaku, abal-abalan mungkin.
Happy Reading J
I
sit on my bed
I think of you
If only I could see you, I want to see you
Just this feeling, it’s enough
I think of you
If only I could see you, I want to see you
Just this feeling, it’s enough
“yes, yes, yes!!”,
seru kami sekelas. Aku dan teman-temanku tentunya sangat gembira ,Bu Hastinah,
guru Bahasa Inggris kami tidak mengajar hari ini karna ada kepentingan.
Walaupun ada tugas sebagai penggantinya, tapi tetap saja kami tidak
mengerjakannya, karna hari ini hari sabtu, jadi kami bisa mengumpulkannya hari
senin. Ah, memang dasarnya saja malesan!
Saat ini kami pun sibuk dengan acara masing-masing, ada yang
sibuk ngerumpi seperti yang dilakukan aku dan teman akrabku, Seli, Anda dan Rani.
Aku pun hanya mendengarkan cerita mereka
dan hanya sesekali menyahutnya. Tapi kini pandanganku mencari seseorang yang
ingin ku lihat setiap menit, jam bahkan setiap hari. Dia seorang lelaki yang
suka tersenyum, penampilan acak-acakan, tapi itulah kharismanya yang membuatnya
terkesan cool. Dia bernama Adi. Kurasa aku sudah tersihir oleh pesonanya. Apa
aku terlalu berlebihan? Aku sudah memperhatikannya sejak tahun pertama aku SMA,
dan sekarang sudah hampir tiga tahun aku selalu memperhatikannya diam-diam. Tapi
Seli, Anda, dan Rani pasti tidak tahu tentang hal ini, karena aku hanya
memendam untuk diriku sendiri saja.
“Di, Adi, ayo ning kantin”, ajak Afgan, temannya yang berbadan
besar itu.
“Yo, ayo”, jawab Adi. Sekarang mereka pergi, dan aku hanya
melihat punggungnya mulai menghilang menjauh.
“Huft, dia pergi”, batinku.
Kini aku memperhatikan teman-temanku bercerita lagi.
Just to see you, just to see you
Please don’t forget, I’m waiting for you
Please don’t forget, I’m waiting for you
###
Teet. Teet, bel ganti pelajaran berbunyi. Semua kembali ke kelas
untuk mata pelajaran selanjutnya.
Saat pelajaran, aku pun masih juga meliriknya, walau untuk
sedetik saja. Aku melihatnya, entah sekarang pandangannya tertuju pada guru
yang sedang menjelaskan pelajaran atau pada seseorang yang tidak aku ketahui.
Aku berharap ketika aku melihatnya, dia akan melihatku. Tapi
itu nihil. Selama hampir tiga tahun, aku tak pernah menemukan momen terindah
itu.
Aku semakin sakit, teman sekelas ku sering menggoda temanku,
Tia. Hampir semua menjodoh-jodohkan Tia dengan Adi. Aku hanya tersenyum, bahkan
aku kadang ikut menggodanya, ahh ini adalah hal bodoh yang kulakukan. Aku
tersenyum, meski hatiku sakit.
Dia!!!Adi!!
Dia tak pernah memanggil nama ku, Dia tak pernah menyapaku,
Dia Tak pernah menegurku, Dia tak pernah mengajakku ngobrol. Tapi tak
sepenuhnya salah dia. Ini salah ku juga. Aku tak penah memanggil namanya, aku
tak pernah menyapanya, Aku tak pernah
mengajaknya ngobrol. Tapi seingatku aku
pernah mengajaknya berbicara, tapi dia tak menggubrisku, mungkin.
Aku hanya melihatnya dari jauh, aku memperhatikannya, aku
menyukainya, dan kurasa aku mencintainya.
I close my eyes quietly and pray
As if that way you won’t disappear
As if that way you won’t disappear
Sampai saat ini , setahun lebih sudah aku tak bertemu dengan
mu. Aku merindukanmu.
Sampai saat ini, aku masih memikirkanmu.
Dan aku berharap, suatu saat nanti aku dapat bertemu
denganmu, dan melihat senyummu itu .
Please don’t forget, I am here
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar