Rabu, 21 Agustus 2013

Just See You


Tittle                      : Just See You
Author                  : Iwul
Genre                   : Hurt
Main Cast            : Temukan sendiri ya
Saat membaca ini,  sambil mendengarkan lagu Tohoshinki-Wasurenaide J
Ini adalah cerita pertamaku, abal-abalan mungkin.
Happy Reading J
I sit on my bed
I think of you
If only I could see you, I want to see you
Just this feeling, it’s enough

 “yes, yes, yes!!”, seru kami sekelas. Aku dan teman-temanku tentunya sangat gembira ,Bu Hastinah, guru Bahasa Inggris kami tidak mengajar hari ini karna ada kepentingan. Walaupun ada tugas sebagai penggantinya, tapi tetap saja kami tidak mengerjakannya, karna hari ini hari sabtu, jadi kami bisa mengumpulkannya hari senin. Ah, memang dasarnya saja malesan!
Saat ini kami pun sibuk dengan acara masing-masing, ada yang sibuk ngerumpi seperti yang dilakukan aku dan teman akrabku, Seli, Anda dan Rani.  Aku pun hanya mendengarkan cerita mereka dan hanya sesekali menyahutnya. Tapi kini pandanganku mencari seseorang yang ingin ku lihat setiap menit, jam bahkan setiap hari. Dia seorang lelaki yang suka tersenyum, penampilan acak-acakan, tapi itulah kharismanya yang membuatnya terkesan cool. Dia bernama Adi. Kurasa aku sudah tersihir oleh pesonanya. Apa aku terlalu berlebihan? Aku sudah memperhatikannya sejak tahun pertama aku SMA, dan sekarang sudah hampir tiga tahun aku selalu memperhatikannya diam-diam. Tapi Seli, Anda, dan Rani pasti tidak tahu tentang hal ini, karena aku hanya memendam untuk diriku sendiri saja.
“Di, Adi, ayo ning kantin”, ajak Afgan, temannya yang berbadan besar itu.
“Yo, ayo”, jawab Adi. Sekarang mereka pergi, dan aku hanya melihat punggungnya mulai menghilang menjauh.
“Huft, dia pergi”, batinku.
Kini aku memperhatikan teman-temanku bercerita lagi.

Just to see you, just to see you
Please don’t forget, I’m waiting for you
                                                                                                ###
Teet. Teet, bel ganti pelajaran berbunyi. Semua kembali ke kelas untuk mata pelajaran selanjutnya.
Saat pelajaran, aku pun masih juga meliriknya, walau untuk sedetik saja. Aku melihatnya, entah sekarang pandangannya tertuju pada guru yang sedang menjelaskan pelajaran atau pada seseorang yang tidak aku ketahui.
Aku berharap ketika aku melihatnya, dia akan melihatku. Tapi itu nihil. Selama hampir tiga tahun, aku tak pernah menemukan momen terindah itu.
Aku semakin sakit, teman sekelas ku sering menggoda temanku, Tia. Hampir semua menjodoh-jodohkan Tia dengan Adi. Aku hanya tersenyum, bahkan aku kadang ikut menggodanya, ahh ini adalah hal bodoh yang kulakukan. Aku tersenyum, meski hatiku sakit.
Dia!!!Adi!!
Dia tak pernah memanggil nama ku, Dia tak pernah menyapaku, Dia Tak pernah menegurku, Dia tak pernah mengajakku ngobrol. Tapi tak sepenuhnya salah dia. Ini salah ku juga. Aku tak penah memanggil namanya, aku tak pernah menyapanya,  Aku tak pernah mengajaknya ngobrol.  Tapi seingatku aku pernah mengajaknya berbicara, tapi dia tak menggubrisku, mungkin.
Aku hanya melihatnya dari jauh, aku memperhatikannya, aku menyukainya, dan kurasa aku mencintainya.

I close my eyes quietly and pray
As if that way you won’t disappear

Sampai saat ini , setahun lebih sudah aku tak bertemu dengan mu. Aku merindukanmu.
Sampai saat ini, aku masih memikirkanmu.
Dan aku berharap, suatu saat nanti aku dapat bertemu denganmu, dan melihat senyummu itu .

Please don’t forget, I am here
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar